pengukuran emosi

posted on January 22nd, 2010 ·

OLEH : KHAIRUL TAMIMI

TANGGAL : 22 JANUARI 2010

BAB II PEMBAHASAN

  1. A. PERKEMBANGAN INETLEKTUAL

Beberapa aspek perkembangan intelektual pada usia kanak-kanak :

  1. Perkembangan Kognitif: Tahap operasi konkret piaget

Menurut Piaget, kadang-kadang usia anak antara 5-7 tahun memasuki tahap operasi konkret ( concrete operations ), yaitu pada eaktu anak-anak dapat berfikirsecara logois mengenai segala sesuatu. Pada umumnya mereka dapat tahap ini berusia sampai kira-kira 11 tahun.

  1. Berfikir Operasional

Menurut Piaget pada tahap ketiga , anak-anak mampu berfikir operasional: mereka dapat memperguakan simbol, melakukan berbagai bentuk operasional, yaitu kemampuan aktivitas mental sebagai kebalikan dari aktivitas jasmani yang merupakan dasar untuk mulai berfikir dalam aktivitasnya dan cara belajar mereka masih terikat pada pengalaman fisik. Anak-anak yang ada pada tahap operasional konkret lebih baik daripada anak-anak yang properasional dalam menggunakan klasifikasi, bekerja dengan angka-angka. Karena pada dewasa ini anak-anak berkurang sifat egoisnya, dan anak-anak pada tahap operasional konkret lebih bersifat kritis mereka lebih banyak dapat mempertimbangkan suatu situasi daripada hanya memfokuskan pada suatu aspek, sebagaimana yang mereka lakukan pada tahap properasional. Peningkatan kemapanan mereka untuk mengerti terhadap orang lain dapat mendorong untuk berkomunikasi lebih efektif dan dapat berfikir lebih fleksibel.

Menurut piaget kondisi semacam ini berlaku sampai pada tahap berbagai operasi formal, dimana biasanya sampai pada tahap remaja, anak-anak mampu berfikir secara abstrak, tes hipotesis, dan mengerti tentang kemungkinan (probbalitas).

  1. Konservasi

Konservasi adalah salah satu kemampuan yang penting yang dapat mengembangkan berbagai operasi pada tahap konkret. Dengan kata lain Konservasi adalah kemampuan untuk mengenal atau mengetahui bahwa dua bilangan yang sama akan tetap sama dalam substansi berat atau volume selama tidak ditambah atau dikurangi.

Dalam suatu tugas konservasi tertentu, Stay menunjukan dua bola dari tanah liat. Dia setuju bahwa bola tersebut emang sama dan dia mengatakan bahwa subsatansi konservasi tersebut sekalipun bola yang satu digelindingkan , keadaannya tetap tidak berubah. Anak-anak mengembangkan perbedaan berbagai tipe ( bentuk ) konservasi dalam waktu yang berbeda. Pada usia 6 atau 7 tahun mereka dapat mengkonservasi substansi pada  usia 9 atau 10 tahun mampu mengkonservasi barat; dan pada usia 11 atau 12 mengkonservasi volume. Pada dasarnya ketiga jenis konservasi tersebut adalah identik, akan tetapi anak belum mampu mentransfer apa yang mereka telah pelajari yaitu mengkonservasi satu tipe.

  1. Bagaimana konservasi dikembangkan

Pada umumnya anak-anak bergerak dengan melalui tiga tahapan dalam menguasai konservasi sebagaimana yang dikemukakakn di atas.

Pada tahap pertama, anak-anak preoprasional gagal mengkonservasi. Mereka memusatkan perhatian pada satu aspek dalam situasi tertentu. Sebab anak-anak preoprasional tidak mengerti tentang konsep perubahan.

Pada tahap kedua, merupakan transisional. Anak-anak kembali pada kondisi bahwa kadang-kadang mengadakan koservasi namun kadang tidak melakukannya.

Piaget menekankan bahwa perkembangan kemampuan anak-anak untuk mengkonservasi akan lebih baik apabila secara nalar telah cukup matang. Piaget berpendapat bahwa konservasi hanya sedikit sekali dapat dipengaruhi oleh pengalaman, Sekalipun demikian terdapat faktor-faktor lain dari kematangan yang dapat mempengaruhi konservasi. Anak-anak yang belajar konservasi sejak dini akan mampu mencapai tingkat yang lebih dalam  hal; IQ, kemampuan verbal dan tidak didominasi oleh ibunya ( Almy, Chitenden dan Miller,1996; goldsmid dan bentler, 1968).

  1. B. PERKEMBANGAN EMOSI

I. Gangguan Emosional pada Kanak-kanak

Terdapat beberapa gangguan emosional pada masa kanak-kanak sehingga terkesan dan sebagai penyebab ketakutan kanak-kanak untuk melakukan kegiatan. Antara lain pada suasana yang gelap sehingga takut melakukan sesuatu pada malam hari di luar rumah; takut terhadap seorang dokter karena pernah mendapat pengobatan yang berlebihan dosisnya (overdosis); karena temperamen orang dewasa dirumahnya misalnya sering dimarahi sehingga anak takut berhadapan denga orang dewasa, baik dengan orang tuanya sendiri maupu dengan orang lain. Anak-anak yangsering mengalami semacam itu selalu merupakan masalah bagi para psikiter, kurang lebih 20-25% yang menderita gangguan tersebut. Dan hanya 1 diantara 5 orang anak yang mendapatkan perawatan yang baik. Menurut hasil penilitian pittsburg diperoleh informasi bahwa 22% dari 789 anak usia antara 7- 11 tahun sering mendapat perawatan dari seorang pesikiater yang menyimpulkan masalah pada tahun-tahun pertama (Costello et al, 1989).

Dari hasil penelitian lain diperoleh informasibahwa terdapat 5-15% anak yang mengalami gangguan, namun prosentase yang rendah ini mewakili 3-9 juta anak. (Knitzer,1984; US Depertement of health and human Service, USDHHS, 1980).

2. Beberapa tipe masalah emosiolaminal

Kebrutalan atau kebringasan anak nampak pada prilakunya;mereka menunjukkan suatu perbuatan yang sering kali memerlukan bantuan orang Lin. Misalnya berkelahi,membohong,mencuri,merusak hak milik dan merusak aturan yang berlaku. Bentuk-bentuk tindakan tersebut merupakan eksperesi yang keluar dari emosionalyang terganggu. Sekalipun demikian pada umumnya anak-anak berusaha merubahnya dan menutupi prilaku mereka dengan mengemukakakn alasan untuk dapat dipercayaioleh orang lain, menutupi kebohongannyadengan maksud menghindari hukuman karena pebuatannya. Akan tetapi ketiak anak telah berusia lebih dari 6 atau 7 tahunsekalipun mereka tetap membuat cerita yang bohong, mereka merasa sadar dan tidak aman perasaannya. (Chapman, 1974).

3. Gangguan kecemasan

Berbagai gangguan  kecemasan dimualai pada masa kanak-kanak gangguan keinginanan tersebut dapat berupa gangguan keinginan terpisah dan ketakutan (phobia) sekolah. Gangguan keinginan terpisah dari orang yang terdekat disebabakan bebagai hal yang berbeda-beda, dan dapat berakibat anak mengalami sakit kepala, sakit perut, dan lain sebagainya.

Anak-anak yang menderita gangguan keinginan semacam ini sering kali tidak mau berteman ;dengan kata lain dia suka menyendiri dan selalu peduli terhadap penyakitnya.

4. Takut sekolah

Suatu ketakutan yang tidak realistik apabila seorang anak tidak mau sekolah, mungkin kondisi semacam ini juga merupakan keinginanan terpisah. Ketakutan terhadap guru yang keras (galak) atau mendapat tugas yang berat disekolah. Ketakutan anak tersebut adalah wajar, hal ini bukannya disebabkan oleh anak melainkan lingkungan yang tida kondusif, oleh karena itu suasana sekolah perlu dirubah. Berkaitan dengan masalah tersebut , apa yang dapat kita lakukan? Pertama, dijaga jangan sampai anak tersebut suka membolos /meninggalkan kelas. Usianya antara 5-15 tahun dan dapat terjadi baik pada anak laki-laki maupun perempuan. Apabila semacam ini dilakukan secara teratur dan membimbing dengan baik ,maka pada saat kembali kesekoah anak tersebut tidak akan mengalami kesukaran apapun sekalipun dapat menentukan bahwa perlakuan yang baik dapat menolong anak menyusuaikan diri pada lingkungannya. ( D.Gordon dan Young, 1976).

5. Kematangan sekolah

Kematangan sekolah merupakan suatu kondisi di mana anak telah memiliki kesiapan cukup memadai, baik dilihat dari fisiknya maupun mental, untuk dapat memenuhi tuntutan pendidikan formal. Dalam hubungan tuntutan yang bertalian denga aspek penguasaan materi atau bahan pelajaran, dan kemampuan membina interaksi teman-teman sebaya, baik teman satu kelas maupu teman dari kelas lain, berinteraksi dengan guru, kepala sekolah, dan personil sekolah lainnya.

Secara fisik pada usia ini umumnya anak telah mampu mengatur proses buang air kecil, mulai bersosialisasi dalam pengertian talah dapat membedakan teman laki-laki maupun perempuan, serta berusaha membedakan antara salah dengan yang benar.

6. Depresi pada masa kanak-kanak

Anak-anak yang mulai sadar akan popularitas sering kali mengatakan ”tidak ada orang lain seperti saya”. Namun ketika ucapan tersebut ditujukan kepada kepala sekolah oleh seorang anak berusia 8 tahun yang kebetulan teman kelasnya telah menuduh dia mencuri dompet gurunya, hal semacam ini merupakan tanda bahaya bagi sekolah. Gejala-gejala dasar yang mempengaruhi gangguan tersebut adalah serupa pada masa kanak-kanak hingga dewasa. Anak-anak yang mengalami depresi sedikit sekali suka berjalan dan berteriak. Gejala-gejala depresi antara lain; Gangguan konsentrasi, tidur kurang, selera makan kurang, mulai membuat kejelekan di sekolah, tidak merasa bahagia, selalu mengeluh karena penyakit jasmani yang di deritanya, dan selalu merasa bersalah. Takut sekolah atau sering kali memikirkan bunuh diri (Malmquist,1988, Poznanski, 1982).

7. Perawatan problema emosional

Pilihan untuk perawatan secara khusus untuk gangguan tertentu sangat tergantung pada berbagai faktor, misalnya problema yang bersifat alamiah, keperibadian anak, kesediaan orang tua untuk berpartisipasi, kemudahan diperolehnya perawatan dalam masyarakat, sosial ekonomi orang tua, dan orientasi profesional pada pertama kali berkonsultasi.

Beberapa Jenis Terapi

Perawatan secara psikologis dapat dilakukan dengan beberapa cara ; pertama terapi secara individual ; yaitu dengan melihat anak satu persatu, membantu agar anak dapat mengenal dirinya atau keperibadiannya dan hubungannya dengan orang lain, dan mengintepretasikan perasaan dan perilaku anak.

1. Terapi jangka pendek dan jangka panjang

Terapi merupakan penetapan sistematik dari sekumpulan prinsip belajar terhadap suatu kondisi atau perilaku yang di anggap menyimpang, denga tujuan melakukan perubahan, Perubahan yang dimaksud dapat berarti menghilangkan, mengurangi, meningkatkan, atau memodifikasi suatu kondisi atau perilaku tertentu. Sebagai contoh dapat dikemukakan antara lain terapi bermain dan terapi keluarga.

a. Terapi bermain

Terapi ini berusaha mengubah perilaku anak yang bermasalah, dengan menempatkan anak dalam situasi bermain. Untuk pelaksanaannya biasanya disediakan ruangan khusus yang telah di atur sedemikian rupa, sehingga anak bisa bersantai, dan dapat mengeksperesikan segala perasaan dengan bebas. Dengan metode ini dapat diketahui permasalahan yang dihadapi oleh seorang anak.

b. Terapi keluarga

Terapi ini mengubah perilaku anak yang memiliki permasalahan dalam lingkungan keluarga , saling akrab satu sama lain, saling cinta-mencintai, saling mendukung atau menggambarkan bantuan dengan penuh pengertian.

2. Terapi perilaku atau modifikasi perilaku

Metode ini diterapkan dengan mempergunakan teori belajar untuk mengubah perilaku anak. Yaitu dengan menghilangkan perilaku yang tidak disenangi seperti pemarah, atau mengembangkan keinginan, misalnya mengerjakan pekerjaan rumah ( PR).

3. Efektifitas terapi

Pada umumnya terapi psikologik sangat membantu (RJ Casey dan Berman, 1985). Pada tinjauan (review) 75 hasil studi, diperoleh informasi bahwa anak-anak yang memperoleh perawatan mendapat skor lebih baik daripada anak –anak yang tidak memperoleh perawatan. Skor tersebut diperoleh dari beberapa pengykuran (measures) yang mencakup konsep diri, penyesuaian, keperibadian, keterampilan sosial, kemampuan disekolah, fungsi kognitif, dan resolusi atas rasa takut dan keinginan. Terapi perilaku khusus diterapkan secara efektif untuk rasa ketakutan (phobi) dan berbagai masalah umum dengan kontrol diri. Obat-obatan dapat menolong perawatan bagi anak yang menderita gangguan, namun jangan mengabaikan psikoterapi. Biasanya penggunaan obat-obatan dikombinasikan dengan perawatan lain agar dapat lebih efektif.

C. STRES

Stres adalah perasaan tertekan disertai dengan meningkatnya emosi yang tidak menyenangkan, seperti cemas, gelisah, takut, sedih atau marah yang relatif berlangsung lama. Stres dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain suasana dalam kelurga yang sering kali diwarnai oleh adanya konflik orang tua (bapak dan ibu) atau sikap orang tua yang selalu menuntut pada anak berperestasi atau berbuat yang baik-baik saja.

1. Beberapa sumber penyebab stres : berbagai kejadian dalam hidup

Kejadian-kejadian penyebab stres pada anak-anak merupakan bagian pada masa kanak-kanak. Penyakit, frustasi dan ketidakhadiran orang tua dirumah merupakan penyebab umum steres. David Elkin seorang ahli ilmu jiwa anak menyebut anak-anak sekarang sebagai ”anak sibuk” (hurried child; 1981). David berpendapat bahwa dengan adanya tekanan hidup dewasa ini menyebabkan anak tumbuh lebih cepat lekas menderita stres karena harus berhasil dalam  pendidikannya, bersaing dalam aktivitas olah raga, dan memenuhi berbagai kebutuhan emosional orang tuanya.

2. Mengatasi Stres : Anak yang elastis

Berbagai reaksi anak terhadap gangguan stres sangat tergantung pada beberapa faktor sebagaimana faktor itu sendiri. Terdapat perbedaan antara anak pra sekolah dengan anak remaja. Anak laki-laki biasanya lebih kritis daripada anak perempuan (Ruttee, 1984).

Dian E. Papilia, sally wendkos Olds dalam Human Devlopment menyatakan bahwa : Selama beberapa tahun belakangan ini , orang tua pada umumnya sangat menaruh perhatian kepada berbagai hal yang membahayakan dan di hadapi oleh anak-anak, sehingga menaruh perhatian pula  terhadap kekhawatiran anak berkaitan dengan pertumbuhan keperibadian atau adanya berbagai pengaruh yang tidak baik terhadap pertumbuhan jiwa anak, misalnya: rasa kesepian, AIDS, obat bius atau obat terlarang, adanya perilaku keriminal diluar, atau suasana peperangan yang menyebabkan anak selalu merasa ketakutan.

TEORI-TEORI PENGUKURAN EMOSI

Seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional yang baik akan dapat dikenali melalui lima komponen dasar, yaitu sebagai berikut.

1. Self-awareness (pengenalan diri)

Mampu mengenali emosi dan penyebab dari pemicu emosi tersebut. Jadi, dia mampu mengevaluasi dirinya sendiri dan mendapatkan informasi untuk melakukan suatu tindakan.

2. Self-regulation (penguasaan diri)

Seseorang yang mempunyai pengenalan diri yang baik dapat lebih terkontrol dalam membuat tindakan agar lebih hati-hati. Dia juga akan berusaha untuk tidak impulsif. Akan tetapi, perlu diingat, hal ini bukan berarti bahwa orang tersebut menyembunyikan emosinya melainkan memilih untuk tidak diatur oleh emosinya.

3. Self-motivation (motivasi diri)

Ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana, seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi tidak akan bertanya “Apa yang salah dengan saya atau kita?”. Sebaliknya ia bertanya “Apa yang dapat kita lakukan agar kita dapat memperbaiki masalah ini?”.

4. Empathy (empati)

Kemampuan untuk mengenali perasaan orang lain dan merasakan apa yang orang lain rasakan jika dirinya sendiri yang berada pada posisi tersebut.

5. Effective Relationship (hubungan yang efektif)

Dengan adanya empat kemampuan tersebut, seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. Kemampuan untuk memecahkan masalah bersama-sama lebih ditekankan dan bukan pada konfrontasi yang tidak penting yang sebenarnya dapat dihindari. Orang yang mempunyai kemampuan intelegensia emosional yang tinggi mempunyai tujuan yang konstruktif dalam pikirannya.

Kesimpulan atau rangkuman

  1. Perkembangan intelektual anak sangat tegantung pada berbagai faktor utama antara lain: kesehatan gizi, kebugaran jasmani, pergaualan dan pembinaan orang tua.
  2. Perkembangan emosional berbeda satu sama lain karena adanya perbedaan jenis kelamin, usia ,lingkungan, pergaulan dan pembinaan orang tua maupun guru disekolah. Perbedaan perkembangan emosional tersebut juga dapat dilihat berdasarkan ras, budaya, etnik,bangsa.
  3. Perkembangan emosional juga dapat dipengaruhi oleh adanya gangguan kecemasan, rasa takut, dan faktor-faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak yang sedang tumbuh.
  4. Perlakuan saudara serumah  (kakak-adik), orang lain yang sering kali bertemu dan bergaul juga memegang peranan penting pada perkembangan emosional anak.
  5. Dalam mengatasi berbagai masalah yang sering kali di hadapi oleh orang tua dan anak, biasanya orang tua berkonsultasi dengan para ahli, misalnya dokter anak, psikiatri, psikolog dan sebaginya.
  6. Stres juga dapat disebabkan oleh penyakit , frustasi dan ketidakhadiran orang tua, keamanan dan kekacauan yang sering kali timbul. Sedangkan dari pigak orang tua yang menyebabkan stres pada anak biasanya kurang perhatian orang tua, sering kali mendapat  marah bahkan sampai menderita siksaan jasmani.

→ No CommentsTags: Uncategorized

PROPOSAL PENELITIAN

posted on January 22nd, 2010 ·

  • BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dewasa ini bumi semakin mengarah pada keadaan yang disebut global warming dan salah satu upaya penyelamatan dengan melakukan upaya reboisasi. Reboisasi sangat penting di lakukan selain untuk meminimalisir dampak global warming juga untuk mencegah terjadinya dampak-dampak lain yang merugikan manusia seperti erosi, banjir, abrasi, dan lain sebagainya. Untuk mencegah tejadinya dampak tersebut maka mulai sekarang kita harus menanam pohon- pohon penghijauan.

Melihat banyak sekali manfaat dari penghijauan maka dari itu kami menawarkan agar menaman pohon- pohon pengijauan yang mudah tumbuh dan cepat berkembangbiak salah satunya yaitu pohon petai. Pohon petai selain mudah tumbuh juga tidak membedakan habitat hidup baik itu didaerah dataran rendah maupun daerah dataran tinggi.

Disamping itu pohon ini mempunyai banyak kelebihan dan mempunyai banyak khasiat yaitu untuk mengobati berbagai macam penyakit termasuk stroke, depresi, anemia, dan lain-lain. Riset membuktikan dalam dua porsi petai (sekitar 10-12 butir) mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktifitas berat selama 90 menit. Survei lainnya yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak yang merasa lebih baik setelah makan petai dan penelitian terhadap 200 siswa sekolah menengah di Twickenham (midlle sex) membuktikan mereka dengan mudah mengerjakan soal-soal ujian karena makan petai pada saat sarapan, istirahat sekolah dan makan siang. Sementara 200 siswa lainnya membutuhkan waktu 2 jam lebih lamban (Anonimous, 2008).

Tanaman petai sering kali dijumpai di hutan yang tersebar di Indonesia, karena tanman ini sangat mudah tumbuh dimana saja. Selain itu khasiat dari petai sendiri memiliki manfaat yang cukup banyak bagi tubuh diantaranya dapat menegndurkan saraf, hilangkan depresi, obat hati, ginjal, serta dapat menjaga saluran pencernaan. Sehingga hal ini banyak mendorong petani untuk menanam tanaman petai yang lebih mudah dijangkau dan lebih banyak menghasilkan keuntungan, namun tanaman tersebut tak bisa dihindarkan dari resiko kegagalan.

Tanaman petai diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena tanaman ini sering diolah menjadi masakan. Karena petai banyak sekali manfaatnya Semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi petai maka para petani diharapkan dapat menghasilkan petai yang lebih banyak lagi dengan kualitas yang baik. Namun berdasarkan data dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur pada tahun 2006 para petani dapat mengahasilkan 7.091 ton petai, sedangkan pada tahun 2007 menghasilkan sekitar 5.431 ton. Namun dengan produksi petai yang demikian ternyata tidak sebanding dengan konsumsi petai setiap tahunnnya misalkan pada tahun 2006 sebanyak 6.133 sedangkan pada tahun 2007 meningkat hingga 13 %. Dapat dilihat bahwa hasil panen tanaman petai di Indonesia mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh hama dan struktur tanah yang kurang baik sebagai media tanam. Dengan melihat kegunaan pohon petai, maka dari itu  kami memiliki inisiatif melakukan penelitian mengenai adakah pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan biji petai.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas masalah yang dapat di rumuskan adalah:

Adakah pengaruh pemberian pupuk kandang terhadap pertumbuhan biji petai?

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang terhadap pertumbuhan biji petai pada tahap persemaian.

1.4. Manfaat

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan informasi pada masyarakat tentang penggunaan pupuk kandang pada proses persemaian biji petai.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Petai

Dalam dunia tumbuhan tanaman petai diklasifikasikan dalam keluarga legumenosae (Mimoseceae), Marga parkia dan jenis parkia Speciose. Tanaman petai berupa pohon dengan ketinggian antara 5-25 meter dan membentuk perkecambahan yang banyak. Biji petai sangat digemari oleh sebagian orang karena dapat meningkatkan selera makan. Berdasarkan jumlah biji pada polong-polongnya tanaman petai dikelompokkan menjadi 2 yaitu petai Gajah dan petai Kacang. Petai Gajah  mempunyai polong sepanjang 25-30 cm dengan jumlah biji sebanyak 15 atau lebih. Sedangkan petai Kacang ukuran polongnya lebih pendek dari petai gajah. Jumlah biji tiap polongnya antara 10-12 biji. Ukuran bijinya juga lebih pendek. Kandungan energi petai dibanding apel, petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak,  tiga kali lipat fospor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya

Manfaat Petai Sumber Energi dibanding apel, petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Petai merupakan sumber energi yang baik, yaitu 142 kkal per 100 g biji. Petai mengandung tiga macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi tersebut mampu memberikan dorongan tenaga instan, tetapi cukup lama dan cukup besar efeknya.Kandungan fosfor pada petai juga cukup baik, yaitu 115 mg per 100 g biji. Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak setelah kalsium. Kurang lebih satu persen berat tubuh kita terdiri dari fosfor. DNA dan RNA di dalam tubuh kita terdiri dari fosfor dalam bentuk fosfat, demikian juga membran sel yang membantu menjaga permeabilitas sel. Sebagian besar fosfor diserap tubuh dalam ben­tuk anorganik, khususnya di bagian atas duodenum hingga 70 persen. Petai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi, yaitu 46 mg per 100 g biji. Vitamin C sangat penting perannya dalam proses hidroksilasi asam amino prolin clan lisin, menjadi hidroksiprolin clan hidroksilisin. Perannya adalah dalam proses penyem­buhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stres. Rata-rata kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 75 mg per hari pada wanita dan 90 mg per hari. pada pria dewasa.Kandungan vitamin A pada petai juga cukup baik, yaitu 200 IU per 100 g. Vitamin A berperan menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa, sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi. Namun, bila kekurangan vitamin A, sel epitel akan mengeluarkan keratin, yaitu protein yang tidak larut dalam air dan mucus.Kendurkan Saraf & Hilangkan Depresi  Itu tandanya bahwa Anda kekurangan gizi. Mood dikendalikan oleh sistem kerja otak. Kemampuan kerja otak dipengaruhi oleh masukan zat gizi yang diperlukan. Aneka zat gizi itu harus dipasok secara berimbang dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Salah satu zat gizi yang berperan memperbaiki mood adalah triptofan (suatu asam amino esensial). obat hati dan ginjal radikal bebas mudah sekali ditemukan pada berbagai produk pangan, terutama pada produk yang digoreng atau dibakar. Hidrogen peroksida; super­oxidee anion, dan hidroksil, merupakan contoh-contoh radikal bebas. Molekul tersebut sangat tidak stabil, sangat reaktif, dan merusak jaringan. Radikal bebas akan menjadi tidak berdaya bila berhadapan dengan antioksidan(Wikipedia,2009)

2.2 Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kandang ternak, baik berupa kotoran padat (faeces) yang bercampur sisa makanan maupun air kencing (urine), sehingga kualitas pupuk kandang beragam tergantung pada jenis, umur serta kesehatan ternak, jenis dan kadar serta jumlah pakan yang dikonsumsi, jenis pekerjaan dan lamanya ternak bekerja, lama dan kondisi penyimpanan, jumlah serta kandungan haranya (Soepardi,1983). Tisdale dan Nelson (1965) menyatakan bahwa pupuk kandang biasanya terdiri atas campuran 0,5% N; 0,25% P2O5 dan 0,5% K2O.

Pupuk kandang sapi padat dengan kadar air 85% mengandung 0,40% N; 0,20% P2O5 dan 0,1% K2O dan yang cair dengan kadar air 95% mengandung 1% N; 0,2% P2O5 dan 1,35% K2O.

Pemberian pupuk kandang, selain dapat meningkatkan kesuburan tanah juga dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan yang harganya relatif mahal dan terkadang sulit diperoleh. Pupuk kandang adalah kotoran padat dan cair dari hewan yang tercampur dengan sisa-sisa pakan dan alas kandang. Nilai pupuk kandang tidak saja ditentukan oleh kandungan nitrogen, asam fosfat, dan kalium saje, tetapi karena mengandung hampir sernua unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman serta berperan dalam memelihara keseimbangan hara dalam tanah (Sarno, 2008)

Dalam dunia tumbuhan tanaman petai diklasifikasikan dalam keluarga legumenosae (Mimoseceae), Marga parkia dan jenis parkia Speciose. Tanaman petai berupa pohon dengan ketinggian antara 5-25 meter dan membentuk perkecambahan yang banyak. Biji petai sangat digemari oleh sebagian orang karena dapat meningkatkan selera makan. Berdasarkan jumlah biji pada polong-polongnya tanaman petai dikelompokkan menjadi 2 yaitu petai Gajah dan petai Kacang. Petai Gajah  mempunyai polong sepanjang 25-30 cm dengan jumlah biji sebanyak 15 atau lebih. Sedangkan petai Kacang ukuran polongnya lebih pendek dari petai gajah. Jumlah biji tiap polongnya antara 10-12 biji. Ukuran bijinya juga lebih pendek. Kandungan energi petai dibanding apel, petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak,  tiga kali lipat fospor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya

Manfaat Petai Sumber Energi dibanding apel, petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Petai merupakan sumber energi yang baik, yaitu 142 kkal per 100 g biji. Petai mengandung tiga macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi tersebut mampu memberikan dorongan tenaga instan, tetapi cukup lama dan cukup besar efeknya.Kandungan fosfor pada petai juga cukup baik, yaitu 115 mg per 100 g biji. Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak setelah kalsium. Kurang lebih satu persen berat tubuh kita terdiri dari fosfor. DNA dan RNA di dalam tubuh kita terdiri dari fosfor dalam bentuk fosfat, demikian juga membran sel yang membantu menjaga permeabilitas sel. Sebagian besar fosfor diserap tubuh dalam ben­tuk anorganik, khususnya di bagian atas duodenum hingga 70 persen. Petai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi, yaitu 46 mg per 100 g biji. Vitamin C sangat penting perannya dalam proses hidroksilasi asam amino prolin clan lisin, menjadi hidroksiprolin clan hidroksilisin. Perannya adalah dalam proses penyem­buhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stres. Rata-rata kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 75 mg per hari pada wanita dan 90 mg per hari. pada pria dewasa.Kandungan vitamin A pada petai juga cukup baik, yaitu 200 IU per 100 g. Vitamin A berperan menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa, sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi. Namun, bila kekurangan vitamin A, sel epitel akan mengeluarkan keratin, yaitu protein yang tidak larut dalam air dan mucus.Kendurkan Saraf & Hilangkan Depresi  Itu tandanya bahwa Anda kekurangan gizi. Mood dikendalikan oleh sistem kerja otak. Kemampuan kerja otak dipengaruhi oleh masukan zat gizi yang diperlukan. Aneka zat gizi itu harus dipasok secara berimbang dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Salah satu zat gizi yang berperan memperbaiki mood adalah triptofan (suatu asam amino esensial). obat hati dan ginjal radikal bebas mudah sekali ditemukan pada berbagai produk pangan, terutama pada produk yang digoreng atau dibakar. Hidrogen peroksida; super­oxidee anion, dan hidroksil, merupakan contoh-contoh radikal bebas. Molekul tersebut sangat tidak stabil, sangat reaktif, dan merusak jaringan. Radikal bebas akan menjadi tidak berdaya bila berhadapan dengan antioksidan (Wikipedia,2009)

2.3  Kerangka konsep

Pupuk kandang adalah zat organik yang di gunakan sebagai pupuk organik dalam pertanian. Pupuk kandang berperan dalam kesuburan tanah dengan menambahkan zat dan nutrisi seperti, nitrogen yang ditangkap bakteri dalam tanah.

Pupuk kandang tidak hanya mengandung Nitrogen, Asam fosfat, dan Kalium saja, tetapi hampir semua unsur hara makro dan mikro seperti: Magnesium, kalsium, Sulfur, Natrium, c-orgnik, dan lain-lain. Zat- zat ini sangat  di perlukan oleh tanaman.

Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran atau volume sel suatu organisme, petumbuhan dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain: kelembaban, suhu, intensitas cahaya, nutrisi atau unsur hara.

Petai adalah tanaman berupa pohon dengan ketinggian antara 5-25 meter dan memiliki banyak kandungan gizi seperti: protein, karbohidrat, vitamin A, zat besi, dan vitamin-vitamin lainnya.

2.4 Hipotesa

Hipotesa yang dapat di rumuskan pada penelitian ini adalah: pemberian pupuk kandang dapat meningkatkan pertumbuhan biji nangka pada tahap persemaian.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini berjenis eksperimen, di mana terdapat dua perlakuan yaitu biji petai dengan perlakuan pemberian pupuk kandang dan kelompok lain tanpa pupuk kandang.

3.2 Waktu dan Tempat

Penelitian dilakukan selama satu bulan, yaitu pada tanggal 24 Desember 2009 sampai dengan tanggal 24 Januari 2010. Peneltian ini dilakukan pada lahan kebun bibit PSLK UMM yang bertempat di belakang tribun sepak bola UMM.

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi pada penelitian ini adalah biji petai dengan ciri, ukuran 2 – 3 cm, biji buah yang sudah tua dalam kondisi bagus. Sampel penelitian biji petai sejumlah 20 yang ditentukan dengan teknik random sampling.

3.4. Variabel Penelitian

Variabel penelitian ini adalah :

a. Variabel bebas, yaitu pemberian pupuk kandang

b. Variabel terikat, yaitu pertumbuhan biji petai pada tahap persemaian.

c. Variabel kendali, yaitu media tanah dimana menggunakan tanah yang telah gembur, bebas kotoran dan tanpa zat kimia.

3.5. Metode  Kerja

3.5.1 Alat dan Bahan

1. Alat

a. Penggaris

b. Cetok

2. Bahan

a. Polibeg 18 x 12 x 6 cm                    : 20 buah

b. Tanah                                              : 10 liter

c. Pupuk kandang                               : 2,5 kg

d. Biji Petai                                         : 40 biji

e. Air

3.5.2 Cara Kerja

a. Memilih biji petai yang telah tua dan mengupasnya sampai tertinggal kulit arinya saja. Kemudian merendamnya di dalam air selama 1 malam.

b. Menyiapkan polibek sebanyak 20 buah, kemudian menyiapkan media tanah.

c. Mengisi setiap polibek yang telah di sediakan dengan media tanah.

d. Mengisi 10 buah polibek dengan pupuk kandang masing-masing 30 gram kemudian campur hingga rata dengan tanah yang terdapat didalam polibek sebelumnya, hal ini dilakukan seminggu dua kali, sedangkan 10 buah polibek hanya terisi oleh tanah saja.

e. Memasukkan biji petai masing-masing dua biji pada setiap polibek yang telah berisi tanah serta pupuk kandang, kemudian memberi tanda pada setiap polibek antara polibek yang terdapat campuran pupuk kandang dengan yang berisi media tanah saja untuk mempermudah membandingkannnya.

f. Menyiram tanaman tersebut dengan air secukupnya. Hal ini dilakukan sebanyak 1 kali dalam sehari kemudian meletakkan tanaman tersebut pada tempat yanag cukup cahaya lalu mengamati pertumbuhannya setiap hari dan membandingkan tanaman tersebut.

3.6. Analisis Data

Data yang di kumpul di analisis dengan uji t dua sampel bebas dengan taraf signifikasi 5%.Jika pada perhitungan homogenitas F hit < F tabel di gunakan uji t dua sampel bebas variasi homogen. Jika di dapatkan F hit > F tabel menggunakan uji t dua sampel bebas variansi heterogen.

BAB IV

HASIL DAN ANALISA DATA

4.1 Tabel Hasil

No.

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1.

A : Tanpa menggunakan pupuk kandang

16

6

12

14

5

8,5

10

2

5

0

2.

B : Dengan menggunakan pupuk kandang

12

10,5

16

20

12

8

5

13

16

0

Tabel 1. Pertumbuhan Biji Petai Pada Tahap Persemaian

Keterangan : dalam (cm)

4.2 Analisa Data

Tabulasi Data

A

B

n

10

10

x

7,85

11,25

s

5,18

5,79

s2

26,8

33,625

Uji Homogenitas

F      = Variansi besar / Variansi kecil

= s2 yang bernilai besar / s2 yang bernilai kecil

= 33,625 / 26,8

F hit = 1,25

F tab

V1 = n – 1 (variansi besar)

= 10 -1 = 9

V2 = n – 1 (variansi kecil)

= 10 -1 = 9

Setelah dilihat di tabel Sujana, F tab = 2,97

F hit < F tab

1,25  < 2,97

Hitung Rumus Uji T Sampel Bebas Variansi Homogen

=

=

= -1,416

S gab =

=

=

=

=

= 5,4

Menguji Hipotesa

Pemberian pupuk kandang dapat meningkatkan pertumbuhan biji petai pada tahap persemaian.. (A < B)

α    =  1 – 0,05

=  0,95

dk = n1 + n2 -2

= 10 + 10 -2

= 18

Hipotesa ditolak

→ No CommentsTags: Uncategorized

BIOLOGI UMUM

posted on January 22nd, 2010 ·

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN METABOLISME

Metabolisme merupakan modipikasi senyawa kimia secara biokimia yang terjadi didalam organisme dalam sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks. Metabolisme total merupakan semua proses biokimia didalam organisme. Metabolisme sel mencakup semua proses kimia didalam sel. Tanpa metabolisme, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup.

2.2. KOMPONEN-KOMPONEN METABOLISME

Komponen yang memiliki keterkaitan erat dengan metabolisme, diantarnya ATP dan enzim.

  1. ATP

ATP merupakan molekul yang berenergi tinggi. ATP adalah nukleotida yang tersusun atas adenosine, gularitosa, dan tiga buah fosfat.

  1. ENZIM

Enzim adalah senyawa organik yang tersusun atas protein. Enzim merupakan biokatalisator, artinya enzim merupakan zat yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup yang berfungsi mempercepat reaksi, tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi (Campbell, 1998)

Sebagai protein, enzim memiliki bentuk tiga dimensi yang unik. Zat yang akan diubah oleh enzim dinamakan substrat. Suatu substrat dapat menempel pada bagian tertentu dari enzim yang dinamakan sisi aktif. Interaksi antara enzim dan substrat tersebut dinamakan inducfit. Fungsi enzim yang paling menonjol adalah mengendalikan dan mengkatalisis aktifitas kimia dalam tubuh makhluk hidup. Enzim bekerja dengan sangat selektif, spesifik, dan efesien.

Faktor-faktor yang mempengaruhi aktifitas enzim:

  1. Suhu

Semakin tinggi suhu reaksi kimia akan semakin cepat. Akan tetapi, enzim akan mengalami denaturasi jika suhu terlalu tinggi. Enzim terdetunasi artinya enzim mengalami perubahan susunan molekul sehingga enzim menjadi tidak aktif.

  1. pH

Jika pH terlalu tinggi atau terlalu rendah, enzi akan mengalami denaturasi.

  1. Kadar Air

Rendahnya kadar air dapat menyebabkan enzim tidak aktif.

  1. Konsentrasi enzim.

Konsentrasi enzim yang terus bertambah akan mempercepat reaksi kimia. Jika konsentrasi enzim dengan substrat (zat yang akan  diubah oleh enzim) sudah seimbang , kecepatan reaksi kimia akan relatif konstan.

  1. Jumlah substrat

Jika jumlah substrat dalam enzim sudah seimbang, kecepatan reaksi kimia akan relative konstan.

  1. Inhibitor

Keberadaan inhibitor (zat yang akan menghambat kerja enzim) dapat mengganggu kerja enzim.

2.3 KATABOLISME

Katabolisme adalah penguraian atau pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana unutk menghasilkan energi.

  1. Respirasi
  1. Glikolisis

Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi. Prose glikolisis berlangsung dalam sitoplasma secara anaerob.

Secara ringkas, pada proses glikolisis tertjadi reaksi sebagai berikut:

Glikolisis → Asam piruvat + Energi

  1. Siklus Krebs

Siklus krebs atau daur krebs merupakan siklus yang terjadi setelah glikolisis.Pada siklus krebs, asam piruvat hasil glikolisis memasuki mitokondria.

  1. Rantai Transpor Elektron

Rantai transport electron terjadi dalam ruang intermembran mitokondria. Sistem ini berperan membentuk energi selama oksidasi dari enzim pereduksi. Rantai transpor electron merupakan system yang kompleks. Sistem rantai transport electron melibatkan NADH, FAD, dan molekul-molekul lainnya.

  1. Fermentasi

Fermentasi adalah perubahan glukosa secara anaerob yang meliputi glikolisis dan pembentukan NAD. Fermentasi menghasilkan jumlah energi yang relatif lebih sedikit daripada energi yang dihasilkan melalui repirasi aerob .

  1. Fermentasi Alkohol

Hasil fermentasi alcohol berupa CO2 pada industri roti dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti sehingga pada roti terdapat pori-pori.

  1. Fermentasi Asam Laktat

Prose fermentasi asam laktat adalah proses fermentasi glukosa yang menghasilkan asam laktat. Fermentasi asam laktat terjadi pada proses pembentukan keju dan youghart.

2.4.  ANABOLISME

Anabolisme merupakan proses penyusunan zat dari senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup. Anabolisme merupakan kebalikan dari katabolisme. Prose anabolisme memerlukan energi, balik energi cahaya maupun energi kimia.

  1. FOTOSINTESIS

Fotosintesis merupakan reaksi sintesis glukosa pada organisme autotrof dengan menggunakan sumber energi cahaya matahari. Jadi, fotosintesis dapat berlangsung jika ada cahaya, klorofil, CO2, dan H2O. Secara ringkas, reaksi fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut:

6 CO2 + 12H2O→ C6H12O6 + 6O2 +6H2O.

  1. Cahaya Matahari

Sumber energi alami yang digunakan dalam fotosintesis adalah cahaya matahari. Cahaya matahari memiliki bebagai spectrum warna yang memiliki panjang gelombang tertentu. Setiap spectrum warna memiliki pengaruh yang berbeda terhadap proses fotosintesis.

  1. Pigmen Fotosintesis

Proses fotosintesis melibatkan pigmen fotosintesis. Tanpa pigmen fotosintesis, tumbuhan tidak mampu melaksanakan fotosintesis. Secara umum, fotosintesis terjadi didalam kloroplas. Pada tumbuh-tumbuhan, fotosisntesis dapat terjadi pada organ batang serta daun yang mengandung kloroplas dan terkena radiasi matahari.

Fotosintesis banyak terjadi pada jaringan perenkim palisade dan parenkim spon. Kedua jaringan tersebut termasuk mesofil daun atau daging daun. Pada epidermis tidak terjadi fotosintesis karena tidak mengandung kloroplas, kecuali pada mulut dan (stomata) yaitu pada sel penutup.

  1. Reaksi Terang

Fotosintesis meliputi dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang merupakan tahapan reaksi fotosintesis yang membutuhkan cahaya dan berlangsung didalam grana. Reaksi terang menghasilkan senyawa ATP dan NADPH. Berlangsungnya reaksi terang berkaitan dengan fotosistem. Unit tersebut terdiri atas kloropil, kompleks antenna, dan akseptor electron.

  1. Reaksi Gelap

Reaksi gelap merupakan reaksi yang terjadi tanpa membutuhkan cahaya. Setelah dihasilkan ATP dan NADPH2 dari reaksi terang, akan terjadi penghasilan CO2. Reaksi ini tidak bergantung pada keberadaan cahaya sehingga disebut reaksi gelap. Reaksi gelap terjadi didalam stroma. Ilmuan yang menemukan reaksi gelap adalah Melvin Calvin dan Andrew Benson sehingga reaksi gelap sering disebut juga siklus Calvin Benson.

Faktor-faktor yang mempengaruhi aktifitas fotosintesis:

  1. Faktor Hereditas

Faktor hereditas merupakan factor yang paling menentukan terhadap aktifitas fotosintesis. Pada beberapa jenis timbuhan, terdapat tumbuhan yang tidak mampu membentuk kloroplas (tumbuhan albino). Hal ini disebabkan adanya faktor genetic yang tidak mempunyai potensi untuk membentuk kloroplas.

  1. Faktor lingkungan
  1. Temperatur

Aktivitas fotosintesis tidak berlangsung pada suhu dibawah 5 drajat celcius dan diatas 50 drajat celcius, suhu optimum fotosintesis sekitar 28 derajat celcius- 30 derajat celcius.

  1. Intensitas Cahaya Matahari dan Lama Pencahayaan

Semakin tinggi itensitas cahaya matahari, aktivitas fotosintesis akan semakin tinggi.

  1. Kandungan Air Didalam Tanah

Air merupakan media transportasi, pelarut mineral dalam tanah dan pengatur suhu tumbuhan. Kurangnya air akan menyebabkan kerusakan pada klorofil sehingga daun menjadi bewarna kuning.

  1. Kandungan Mineral Dalam Tanah.

Mineral berupa Mg, Fe, N, dan Mn merupaka unsur yang berperan dalam proses pembentukan klorofil. Tumbuhan yang hidup pada lahan yang kekurangan Mg, Fe, N Mn dan H2O akan mengalami klorosis atau penghambatan pembentukan klorofil yang menyebabkan daun bewarna pucat. Rendahnya kandungan kloropol pada daun akan menghambat terjadinya fotosintesis.

  1. Kandungan CO2 di Udara

Kandungan CO2 diudara sekitar 0,03% dan akan meningkat jumlahnya jika terjadi peningkatan pada pembakaran senyawa organik dan aktivitas respirasi bakteri, fungi, hewan, serta tumbuhan. Kandungan CO2 akan berkurang daun jika kecepatan angina tinggi dan suhu disekitar daun meningkat.

  1. Kandungan O2

Rendahnya kandungan O2 diudara dan didalam tanah dapat menghambat respirasi dalam tubuh tumbuhan. Rendahnya respirasi akan menyebabkan penyediaan energi yang rendah pula.

  1. Kemosintesis

Kemosintosis adalah sintesis suatu zat yang menggunakan sumber energi dan hasil reaksi kimia. Kemosintesis yang banyak dikenal adalah proses pembentukan senyawa nitrat dari senyawa ammonium yang disebut dengan istilah nitrifikasi. Nitrtifikasi dapat terjadi dalam tanah, air tawar, atau air laut.

BAB III

PENUTUP

3.1.  Kesimpulan

Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia yang terjadi didalam organisme dan sel. Metabolisme terdiri atas dua macam, yaitu katabolisme dan anabolisme.

Katabolisme merupakan penguraian atau pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana untuk menghasilkan energi. Contoh dari katabolisme adalah respirasi dan fermentasi

→ No CommentsTags: Uncategorized

METODE ILMIAH

posted on January 22nd, 2010 ·

Uji Daya Kecambah Benih

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Percobaan.

Untuk menghindari kegagalan, maka perlu di ketahui terlebih dahulu apakah biji atau benih tanaman budi daya yang akan di sebar di lapangan dapat berkecambah dengan baik dan dalam wakt yang memadai. Cara-cara yang dilakukan tersebut dikenal dengan uji daya kecambah benih. Suatu biji tumbuhan dapat berkecambah jika syarat-syarat berikut ini terpenuhi, yaitu :
1. embrio biji tersebut masih hidup
2. Biji tidak dalam keadaan dorman
3. Faktor lingkungan menguntungkan untuk pekecambahan

Bila daya uji kecambah benih memberikan hasil yang negative maka perlu diadakan usaha lain untuk mengetahui factor apakah yang mengakibatkan kegagalan perkecambahan. Prosedur uji daya kecambah dilakukan dengan menjamin agar lingkungan menguntungkan bagi perkecambahan seperti letersediaan air, cahaya, suhu dan oksigen.

B. Tujuan Percobaan.                                                                                                      Menentukan daya kecambah dua kelompok benih, yaitu jagung (Zea mays) dan kedelai (Glycine max).

C. Manfaat Percobaan
Manfaat dari dilakukan percobaan ini yaitu untuk mengetahui daya uji kecambah antara jagung (Zea mays) dan kedelai (Glycine max).

BAB II

TINJAAUAN PUSTAKA

Perkecambahan benih. Uji perkecambahan benih dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan germinator (alat pengecambah benih) dengan media kertas dan metoda uji Uji Di atas kertas, Uji Antar Kertas, dan Uji Kertas digulung didirikan dalam plastik. Uji perkecambahan benih di rumah kaca umumnya menggunakan media tanah halus, pasir halus, serbuk gergaji dan media lainnya, dapat berupa campuran atau tidak dicampur. (anonymous, 2008).                                                                                                              Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap vigor benih :                                        1. Genetik                                                                                                                   2. Tingkat kemasakan waktu panen                                                                            3. Kondisi lingkungan selama perkembangan benih temperatur dan kesediaan air benih bit gula selama periode pemasakan benih pada kondisi suhu 35 oC lebih cepat perkecambahannya dibanding suhu 30 oC Kesuburan tanah                                                           4. Ukuran dan Densitas benih                                                                                     5. Kerusakan mekanik –> mempengaruhi daya kecambah dan daya simpan beni   6. Umur dan tingkat kemunduran                                                                                           7. Serangan mikroorganisme selama penyimpanan                                                                 8. suhu rendah selama imbibisi, (semsilomba, 2008).

Ekstraksi benih merupakan kegiatan mengeluarkan dan membersihkan benih dari bagian-bagian lain buah, seperti tangkai, kulit dan daging buah. Dikenal dua macam ekstraksi benih yaitu ekstraksi kering yang dilakukan terhadap buah berbentuk polong (Acacia sp, Paraserianthes falcataria) dan jenis-jenis yang memiliki daging buah yang kering (Swietenia macrophylla), sedangkan ekstraksi basah dilakukan terhadap jenis-jenis yang memiliki daging buah yang basah seperti Gmelina arborea, Melia azedarach dan Azadirachta indica. (anonymous,2008)

BAB III

METODE PERCOBAAN

A. Tempat Dan Waktu Tempat : Lab Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.Darussalam Banda Aceh.
Waktu : Senin, Nov 2007. Pukul 08.00 WIB

B. Alat dan Bahan
Bahan Tanaman : 20 butir benih jagung dan 20 butir kedelai
Bahan Kimia : 50 ml larutan tetrazolium chloride 2,0 %
Alat : Kertas merang, cawan petri, pisau silet, dan gelas piala
C. Metode Kerja • Pilih dua kelompok benih, jagung dan kedelai masing-masing 20 biji                               • Rendam masing-masing kelompok benih dalam gelas piala berisi air destila selama 3 jam.                                                                                                                               • Kecambahkan 10 butir benih jagungdan benih kedelai pada kertas merang lembab dalam cawan Petri. Beri label dan simpan di tempat yang teduh. Lakukan pengamatan selama satu minggu dan catat jumlah benih yang berkecambah. Parameter yang diamati adalah potensi tumbuh dan daya kecambah.                                                            • Kupas kulit dari 10 benuh yang tersisa, kemudian belah kedua benih tersebut dengan pisau silet yang tajam untuk mandapatkan embrionya. Masukkan kesepuluh benih tersebut ke dalam cawan Petri yang berisi larutan tetrazolium 2,0 %. Simpan di tempat yang gelap dan letakkan ke dalam oven dengan suhu 40o C (untuk mempercepat proses pewarnaan). lakukan pengamatan setelah 60 menit dan hitung berapa belahan benih yang mengalami pewarnaan.                                                                                                            • Buatlah gambar belahan benih jagung dan kedelai, lalu tandai bagian yang mengalamai pewarnaan.                                                                                                              • Bila uji daya kecambah selesai, bandingkan hasil kedua cara tersebut.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil 1. Uji daya dengan menggunakan cawan Petri.                                                                 Biji atau benih tidak berkecambah dan berjamur                                                                        2. Uji daya dengan menggunakan pewarnaan.                                                           Dapat dilihat pada lampiran

B. Pembahasan Dari benih yang di uji dengan tetrazolium menunjukkan hasil yang tidak baik. Karena banyaknya benih yang tidak berkecambah yang disebabkan warna tetrazolium tidak menyeluruh pada benih. Benih yang seperti ini tidak dapat di tanam dan berproduksi. Karena benih ini merupakan benih konsumsi yang memang tidak untuk ditanam.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. biji atau benih yang tidak berwarna atau tidak menyeluruh tidak berkecambah.
2. Mutu benih adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh benih, yang menunjukkan kemampuan untuk memenuhi standar yang ditentukan.
3. Mutu fisiologis benih berkaitan dengan aktivitas perkecambahan benih, yang di dalamnya terdapat aktivitas enzim, reaksi-reaksi biokimia serta respirasi benih
4. Tolak ukur dari mutu pathologis benih yang biasa diginakan adalah status kesehatan benih
5. Tetrazolium. Garam 2, 3, 5 triphenyl chlorida atau bromida, yang digunakan untuk membedakan benih yang hidup dengan yang mati berdasarkan warna benih yang terbentuk setelah benih direndam. Uji TZ digunakan untuk mengetahui viabilitas benih secara cepat.

B. Saran
Semua hal yang mendukung kelancaran praktikum sudah sangat bagus, baik dari segi kelengkapan alat maupun tenaga pengajar

Sumber :

Teukumalik, 2008, Uji Daya Kecambah Benih,: Www. Reboisasi. Com

→ No CommentsTags: Uncategorized

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM GT)

posted on January 22nd, 2010 ·

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM:

KRIPIK KUNCORO BERBASIS JAMUR TIRAM UPAYA MENINGKATKAN DIFERSIFIKASI PANGAN BERGIZI

BIDANG KEGIATAN

PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT)

Diusulkan Oleh :

Ketua                          : Khairul Tamimi      (09330037), Angkatan 2009

Anggota                      : Lina Yuliana           (09330002), Angkatan 2009

: Amil Yuliadi            (09330003), Angkatan 2009

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2009

HALAMAN PENGESAHAN USUL PKM-GT

1. Judul Kegiatan                    :    Kripik Kuncoro Berbasis Jamur Tiram Upaya Meningkatkan Difersifikasi Pangan Bergizi

2. Bidang Ilmu                        :    (  ) PKM-AI          ( √ ) PKM-GT

3. Ketua Pelaksana Kegiatan

  1. Nama Lengkap            :     Khairul tamimi
  2. NIM                             :     09330037
  3. Jurusan                         :     Pendidikan Biologi
  4. Universitas                   :     Muhammadiyah Malang
  5. Alamat Rumah            :     Jl. Tirto Utomo Gg V. No. 10
  6. Telp / Hp                      :     081936746570

4. Anggota Pelaksana Kegiatan/ Penulis : 2 Orang

5. Dosen Pembimbing

a. Nama Lengkap dan Gelar           :

b. NIP                                             :

c. Alamat Rumah                            :

d. Telp/HP                                       :

Menyetujui                                                             Malang, 04 Desember 2009

Ketua Jurusan Biologi,                                                            Penulis Utama

Dra. Sri Wahyuni, M.Kes Khairul Tamimi

NIP.                                                                                       NIM. 09330037

Pembantu Rektor III,                                                              Dosen Pendamping,

Drs. Jokowidodo, M.Si NIP-UMM.104.8611.0039 NIP                                       

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena limpahan rahmat, karunia, hidayah, inayah dan magfirah-Nya, karya tulis berjudul KRIPIK KUNCORO BERBASIS JAMUR TIRAM UPAYA MENINGKATKAN DIVERSIFIKASI PANGAN BERGIZI ini dapat kami selesaikan.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada:

  1. Kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa dan support dalam pengerjaan makalah ini.
  2. Dosen pembimbing yang telah membimbing penulis dalam memahami dan menyusun tulisan ini.
  3. Ketua jurusan biologi dan segenap bapak/ibu dosen serta kakak tingkat di jurusan Pendidikan Biologi yang telah memberikan inspirasi, membantu dan mengarahkan penulis.
  4. Temen-temen yang mendukung  penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.
  5. Semua pihak yang telah membantu Penulisan karya tulis ini.

Kami merasa dalam pembuatan karya tulis ini sangat jauh dari sempurna, sehingga diharapkan saran dan kritik yang membangun untuk karya tulis ini. Dan semoga gagasan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Malang, 04 Desember 2009

Tim Penyusun

DAFTAR ISI :

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………….. i

LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………………………… ii

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………. iii

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………. iv

RINGKASAN…………………………………………………………………………………………… v

PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………….. 1

Solusi yang ditawarkan……………………………………………………………………………….. 3

Tujuan penulisan………………………………………………………………………………………… 3

TELAAH PUSTAKA………………………………………………………………………………… 5

Pengertian jamur………………………………………………………………………………………… 5

Klasifikasi jamur………………………………………………………………………………………… 6

Ciri-ciri jamur…………………………………………………………………………………………….. 8

Jenis-jenis jamur…………………………………………………………………………………………. 8

Analisis dan Sintesis…………………………………………………………………………………. 10

KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………………………………. 10

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………. 11

KRIPIK KUNCORO BERBASIS JAMUR TIRAM UPAYA MENINGKATKAN DIFERSIFIKASI PANGAN BERGIZI

Ringkasan

Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak (batang) dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basi dium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis). (Anonymous, 2009).       Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan, misalnya jamur merang, jamur tiram, dan jamur kuping. Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya. (Praweda, 2000).                                                                                     Kadangkala saat produksi jamur melimpah dan tidak terserap seluruhnya ke pasar, kita harus memikirkan usaha yang potensial untuk mengatasinya. Petani juga dituntut bisa kreatif. Proses membuat kripik jamur sebenarnya juga sangat sederhana, sama saja dengan membuat kripik dari ubi sedangkan untuk membuat kripik jamur hanya menambahkan proses spinner dan menggorengnya lebih lama saja (karena dimasak hingga kering). Usaha ini masih cukup potensial, memang karena harganya masih cukup tinggi, segmentasi pemasarannya masih cukup terbatas. (Fithrawan Satriyanto, 2009).

PENDAHULUAN

Pada saat ini, orang hanya tahu jamur itu hanya dijadikan  sebagai lauk saja yang hanya dikonsumsi sebagai bahan makanan, enak dimakan dan tidak mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan, bisa berupa produk hasil budidaya atau panen dari alam.Beberapa contoh jamur pangan : a. Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus) jenis jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia, sekitar 38% dari total produksi jamur dunia. b. Jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.) sekitar 25% dari total produksi jamur dunia berupa jamur tiram. Tiongkok merupakan produsen jamur tiram yang utama. c. Jamur merang (Volvariella volvaceae) sekitar 16% dari total produksi jamur dunia berupa jamur merang. d. Jamur shiitake (Lentinus edodes)Paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Sekitar 10% dari total produksi jamur dunia berupa jamur shiitake. (Wiki, 2003).

Sebenarnya jamur sudah lama dikenal oleh masyarakat, tetapi masyarakat kurang tahu kandungan yang ada pada jamur tersebut. Khasiat jamur bagi kesehatan tubuh memang terbukti. Selain mengandung berbagai macam asam amino essensial, lemak, mineral, dan vitamin, juga terdapat zat penting yang berpengaruh terhadap aspek medis. Sejak berabad-abad lalu, jamur sudah menjadi makanan istimewa sehingga banyak orang menjadi penggemar.Tidak hanya menyedapkan, jamur mempunyai kandungan gizi cukup baik. Komposisi kimia yang terkandung tergantung jenis dan tempat tumbuhnya. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein. Dibanding beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), ia berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, sekitar ada sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Yang istimewa 72 persen lemaknya tidak jenuh, jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavine), niasin dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain K, P, Ca, Na, Mg, dan Cu. Kandungan serat mulai 7,4-24,6 persen sangat baik bagi pencernaan. Jamur mempunyai kandungan kalori yang sangat rendah sehingga cocok bagi pelaku diet.

Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan. Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan, bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus dengan alasan: 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.

Dari hasil penelitian Departemen Sain, Kementerian Industri Thailand, jamur tiram (Oyster mushroom) mempunyai kandungan: protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59 persen, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen, abu 1,14 persen. Per 100 gram jamur tiram segar, mengandung 45,65 kalori, 8,9 miligram (mg) kalsium, 1,9 mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1, 0,75 mg vitamin B-2, dan 12,40 mg Vitamin C. Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan anemia. Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg. Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Maka, kandungan gizi jamur masih lebih komplet sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. (Siswono, 2002).

Selain untuk bahan makanan, jamur juga bisa dijadikan keripik, karena jamur memiliki banyak kandungan yang bermanfaat. Dengan dibuat keripik jamur, bisa menimbulkan variasi baru, sehingga masyarakat tertarik untuk mengkonsumsi kripik jamur dan pembuatannya juga tidak mengandung bahan pengawet dan bahan kimia lainnya. Pembuatannya juga diproses secara higienis dengan menggunakan minyak sekali pakai dan memberikan keuntungan bagi para petani jamur sehingga populasi jamur tetap berkembang dengan baik. (Anonymous, 2006).

Dengan diciptakan keripik jamur ini, maka semakin banyak membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pengangguran. Karena kita tahu pada agustus 2008 angka penganggruran di indonesia mengalami penurunan sekitar 33 ribu orang dibandingkan bulan februari 2008.

Solusi yang Ditawarkan

Jamur merupakan jenis sayuran yang banyak disukai. Selain murah rasanya pun tidak kalah lezat dibanding daging ayam. Dan yang paling penting, ternyata jamur memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Jamur juga dapat diawetkan dengan cara dikeringkan untuk dijadikan tepung jamur atau keripik jamur (Anonymous, 2009).

Ada beberapa solusi yang kami tawarkan untuk melestarikan jamur. Pertama, memanfaatkan jamur untuk dapat dikonsumsi. Kedua, melakukan penyiraman dengan intensitas lebih sering (4 – 5 kali sehari), untuk mengkondisikan kumbung pada jamur menjadi lebih lembab.

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan ini adalah memberikan solusi dari penanaman jamur yang ada selama ini, yaitu dengan cara melestarikan dan melindungi jamur dari kepunahan. Selain itu, kita ingin memberikan masukan jamur ini dijadikan keripik untuk menambah peminat para pengkonsumsi jamur. Jamur merupakan tumbuhan yang banyak mengadung mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.
Jamur juga memmiliki keistimewan, di dalam jamur terdapat zat yang bernama falid acid yang cukup tinggi dimana zat ini dapat menyembuhkan penyakit anemia. Maka dapat dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. (Siswono, 2002).

TELAAH PUSTAKA

Pengertian Jamur

Jamur dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yang agak berkaitan:

1.) Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak (“batang”) dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis).

Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.

Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dari ungkapan “Rotinya sudah berjamur” yang maksudnya adalah ‘rotinya telah ditumbuhi kapang’.

KALSIFIKASI JAMUR

Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada pula dengan cara generatif.

Jamur dibagi menjadi 6 divisi:

1.)    Myxomycoycotina (Jamur lendir)

  • Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana.
  • Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:

–        fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba, disebut plasmodium

–        fase tubuh buah

  • Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut    myxoflagelata.
    Contoh spesies : Physarum polycephalum

2.) Oomycotina

  • Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung   banyak inti.
  • Reproduksi:

–        Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di darat dengan sporangium dan konidia

–        Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk
oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.

Contoh spesies:

  1. Saprolegnia sp : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga
    darat maupun serangga air.
  2. Phytophora infestans : penyebab penyakit busuk pada kentang.

3.) Zygomycotina

  • Tubuh multiseluler
  • Habitat umumnya di darat sebagai saprofit
  • Hifa tidak bersekat
  • Reproduksi:

–        Vegetatif: dengan spora

–        Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru.

Contoh spesies:
a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.
b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe.

4.) Ascomytina

  • Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi seluler.
  • Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak
  • Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis
    dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).
  • Reproduksi:

–        Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas,
pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.

–        Generatif
-: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.

Contoh spesies:
a.) Sacharomyces cerevisae:
sehari-hari dikenal sebagai ragi.
– berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.
– mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan
proses fermentasi.
b.) Neurospora sitophila:
jamur oncom.
c.) Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum
penghasil antibiotika penisilin.

d.) Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti
berguna untuk mengharumkan keju.

5.) Aspergillus Oryzae
untuk membuat sake dan kecap.

6.) Aspergillus Wentii
untuk membuat kecap

7.) Aspergillus Flavus
menghasilkan racun aflatoksin  hidup pada biji-bijian.flatoksin salah satu penyebab kanker hati.

8. Claviceps purpurea
hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.

Cirri – cirri jamur secara umum

Jamur merupakan kelompok organisme eukareotik, jamur pada umumnya multi seluler ( bersel banyak ). Cirri – cirri jamur berbeda dengan organisme lainya dalm hal csra makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reroduksinya. Sebagai mahluk heteretroup jamur dapat bersipat parasit hobliga, parasit fsakultatif, tau safrofit.

  1. parasit hobligat merupakan sifat jamur yang hany dapat hidup pad inagnya, sedangkan diluar inagnaya tidak dapat hidup.
  2. Farasit fakultatif adalah jamur yang bersifat farasit jika mendapatkan inang yang sesuai, tetafi bersifat safrofit jika tidak mendapatkan inang yang cocok.
  3. Safrofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati.

Jenis – jenis jamur  yang tidak berbahaya dan cocok dijadikan kripik jamur

  1. Suung bulan, Supa barat jamur bulan (Gymnopus sp) Merupakan jamur yang belum dibudidayakan, hidup pada musim penghujan terutama angin berhembus dari barat terutama hidup pada tegalan, kebun atau di pinggir rumah.
  1. Supa kelapa, jamur bulat (Calvatia) belum dibudidayakan, banyak ditemukan di lapangan terutama di bawah pohon kelapa.
  2. Jamur karang (Clavaria) Belum dibudidayakan, banyak tumbuh di tanah yang berhumus, pada batang kayu yang sudah lapuk.
  1. Klitos (Clitocybe) Merupakan jenis jamur liar yang banyak menempel pada batang kayu yang telah lapuk atau mati.
  1. Hidnum (Hydnum) Merupakan jenis jamur liar yang tumbuh pada tegalan atau tanah yang berhumus dan biasanya ditemukan menempel pada ranting kayu yang sudah lapuk.
  2. Higroporus (Hygrophorus) Merupakan jenis jamur liar yang mempunyai bentuk dan sifat tumbuh yang sama seperti hidnum.
  3. Marasmius Merupakan jenis jamur liar mempunyai bentuk dan sifat seperti jamur payung lainnya. (Christmas Deals, 2009 ) )

ANALISIS DAN SINTESIS

Analisis

Berdasarkan pustaka yang telah dikumpulkan didapatkan data bahwa pemanpaatan jamur sebagi kripik sangatlah baik untuk dikonsumsi sehingga timbul Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan.

Dengan demikian perlu tetap dilakukan pemeliharaan dan pelestarian terhadap jamur supaya jamur tetap bisa dijadikan bahan untuk pembuatan kripik.(Siswono, 2002).

Sintesis

Pemanfaatan Jamur Untuk Dijadikan Kripik

Kripik yang paling efektif adalah tetap melakukan pemeliharaan terhadap jamur. Jika selama ini masyarakat hanya tahu kripik itu dibuat dari ubi jalang, sekaranglah saatnya untuk mengetahui jamur juga bisa dijadikan kripik. Dalam rangka konservasi jamur harus memperhatikan pula peranan satwa-satwa pelestarian.

Observasi Terhadap Jamur

Jamur sangat mempunyai peran penting dalam pembuatan kripik ini karena jamur memiliki ciri-ciri, sifat-sifat, dan bentuk-bentuk yang sesuai dengan karekter pembuatan kripik. Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas.

Reprensi :

( http://gumuxranger.web.id )

  • Siswono,2002, ( hal-hal yang terkandung dalam jamur).
  • Anonymous, 2009(jamur dijadikan obat)

→ No CommentsTags: Uncategorized

Hello world!

posted on January 20th, 2010 ·

Welcome to Student Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

→ 1 CommentTags: Uncategorized