PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM GT)

January 22nd, 2010 · No Comments ·

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM:

KRIPIK KUNCORO BERBASIS JAMUR TIRAM UPAYA MENINGKATKAN DIFERSIFIKASI PANGAN BERGIZI

BIDANG KEGIATAN

PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT)

Diusulkan Oleh :

Ketua                          : Khairul Tamimi      (09330037), Angkatan 2009

Anggota                      : Lina Yuliana           (09330002), Angkatan 2009

: Amil Yuliadi            (09330003), Angkatan 2009

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2009

HALAMAN PENGESAHAN USUL PKM-GT

1. Judul Kegiatan                    :    Kripik Kuncoro Berbasis Jamur Tiram Upaya Meningkatkan Difersifikasi Pangan Bergizi

2. Bidang Ilmu                        :    (  ) PKM-AI          ( √ ) PKM-GT

3. Ketua Pelaksana Kegiatan

  1. Nama Lengkap            :     Khairul tamimi
  2. NIM                             :     09330037
  3. Jurusan                         :     Pendidikan Biologi
  4. Universitas                   :     Muhammadiyah Malang
  5. Alamat Rumah            :     Jl. Tirto Utomo Gg V. No. 10
  6. Telp / Hp                      :     081936746570

4. Anggota Pelaksana Kegiatan/ Penulis : 2 Orang

5. Dosen Pembimbing

a. Nama Lengkap dan Gelar           :

b. NIP                                             :

c. Alamat Rumah                            :

d. Telp/HP                                       :

Menyetujui                                                             Malang, 04 Desember 2009

Ketua Jurusan Biologi,                                                            Penulis Utama

Dra. Sri Wahyuni, M.Kes Khairul Tamimi

NIP.                                                                                       NIM. 09330037

Pembantu Rektor III,                                                              Dosen Pendamping,

Drs. Jokowidodo, M.Si NIP-UMM.104.8611.0039 NIP                                       

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena limpahan rahmat, karunia, hidayah, inayah dan magfirah-Nya, karya tulis berjudul KRIPIK KUNCORO BERBASIS JAMUR TIRAM UPAYA MENINGKATKAN DIVERSIFIKASI PANGAN BERGIZI ini dapat kami selesaikan.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada:

  1. Kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa dan support dalam pengerjaan makalah ini.
  2. Dosen pembimbing yang telah membimbing penulis dalam memahami dan menyusun tulisan ini.
  3. Ketua jurusan biologi dan segenap bapak/ibu dosen serta kakak tingkat di jurusan Pendidikan Biologi yang telah memberikan inspirasi, membantu dan mengarahkan penulis.
  4. Temen-temen yang mendukung  penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.
  5. Semua pihak yang telah membantu Penulisan karya tulis ini.

Kami merasa dalam pembuatan karya tulis ini sangat jauh dari sempurna, sehingga diharapkan saran dan kritik yang membangun untuk karya tulis ini. Dan semoga gagasan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Malang, 04 Desember 2009

Tim Penyusun

DAFTAR ISI :

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………….. i

LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………………………… ii

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………. iii

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………. iv

RINGKASAN…………………………………………………………………………………………… v

PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………….. 1

Solusi yang ditawarkan……………………………………………………………………………….. 3

Tujuan penulisan………………………………………………………………………………………… 3

TELAAH PUSTAKA………………………………………………………………………………… 5

Pengertian jamur………………………………………………………………………………………… 5

Klasifikasi jamur………………………………………………………………………………………… 6

Ciri-ciri jamur…………………………………………………………………………………………….. 8

Jenis-jenis jamur…………………………………………………………………………………………. 8

Analisis dan Sintesis…………………………………………………………………………………. 10

KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………………………………. 10

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………. 11

KRIPIK KUNCORO BERBASIS JAMUR TIRAM UPAYA MENINGKATKAN DIFERSIFIKASI PANGAN BERGIZI

Ringkasan

Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak (batang) dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basi dium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis). (Anonymous, 2009).       Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan, misalnya jamur merang, jamur tiram, dan jamur kuping. Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya. (Praweda, 2000).                                                                                     Kadangkala saat produksi jamur melimpah dan tidak terserap seluruhnya ke pasar, kita harus memikirkan usaha yang potensial untuk mengatasinya. Petani juga dituntut bisa kreatif. Proses membuat kripik jamur sebenarnya juga sangat sederhana, sama saja dengan membuat kripik dari ubi sedangkan untuk membuat kripik jamur hanya menambahkan proses spinner dan menggorengnya lebih lama saja (karena dimasak hingga kering). Usaha ini masih cukup potensial, memang karena harganya masih cukup tinggi, segmentasi pemasarannya masih cukup terbatas. (Fithrawan Satriyanto, 2009).

PENDAHULUAN

Pada saat ini, orang hanya tahu jamur itu hanya dijadikan  sebagai lauk saja yang hanya dikonsumsi sebagai bahan makanan, enak dimakan dan tidak mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan, bisa berupa produk hasil budidaya atau panen dari alam.Beberapa contoh jamur pangan : a. Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus) jenis jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia, sekitar 38% dari total produksi jamur dunia. b. Jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.) sekitar 25% dari total produksi jamur dunia berupa jamur tiram. Tiongkok merupakan produsen jamur tiram yang utama. c. Jamur merang (Volvariella volvaceae) sekitar 16% dari total produksi jamur dunia berupa jamur merang. d. Jamur shiitake (Lentinus edodes)Paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Sekitar 10% dari total produksi jamur dunia berupa jamur shiitake. (Wiki, 2003).

Sebenarnya jamur sudah lama dikenal oleh masyarakat, tetapi masyarakat kurang tahu kandungan yang ada pada jamur tersebut. Khasiat jamur bagi kesehatan tubuh memang terbukti. Selain mengandung berbagai macam asam amino essensial, lemak, mineral, dan vitamin, juga terdapat zat penting yang berpengaruh terhadap aspek medis. Sejak berabad-abad lalu, jamur sudah menjadi makanan istimewa sehingga banyak orang menjadi penggemar.Tidak hanya menyedapkan, jamur mempunyai kandungan gizi cukup baik. Komposisi kimia yang terkandung tergantung jenis dan tempat tumbuhnya. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein. Dibanding beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), ia berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, sekitar ada sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Yang istimewa 72 persen lemaknya tidak jenuh, jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavine), niasin dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain K, P, Ca, Na, Mg, dan Cu. Kandungan serat mulai 7,4-24,6 persen sangat baik bagi pencernaan. Jamur mempunyai kandungan kalori yang sangat rendah sehingga cocok bagi pelaku diet.

Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan. Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan, bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus dengan alasan: 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.

Dari hasil penelitian Departemen Sain, Kementerian Industri Thailand, jamur tiram (Oyster mushroom) mempunyai kandungan: protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59 persen, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen, abu 1,14 persen. Per 100 gram jamur tiram segar, mengandung 45,65 kalori, 8,9 miligram (mg) kalsium, 1,9 mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1, 0,75 mg vitamin B-2, dan 12,40 mg Vitamin C. Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan anemia. Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg. Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Maka, kandungan gizi jamur masih lebih komplet sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. (Siswono, 2002).

Selain untuk bahan makanan, jamur juga bisa dijadikan keripik, karena jamur memiliki banyak kandungan yang bermanfaat. Dengan dibuat keripik jamur, bisa menimbulkan variasi baru, sehingga masyarakat tertarik untuk mengkonsumsi kripik jamur dan pembuatannya juga tidak mengandung bahan pengawet dan bahan kimia lainnya. Pembuatannya juga diproses secara higienis dengan menggunakan minyak sekali pakai dan memberikan keuntungan bagi para petani jamur sehingga populasi jamur tetap berkembang dengan baik. (Anonymous, 2006).

Dengan diciptakan keripik jamur ini, maka semakin banyak membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pengangguran. Karena kita tahu pada agustus 2008 angka penganggruran di indonesia mengalami penurunan sekitar 33 ribu orang dibandingkan bulan februari 2008.

Solusi yang Ditawarkan

Jamur merupakan jenis sayuran yang banyak disukai. Selain murah rasanya pun tidak kalah lezat dibanding daging ayam. Dan yang paling penting, ternyata jamur memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Jamur juga dapat diawetkan dengan cara dikeringkan untuk dijadikan tepung jamur atau keripik jamur (Anonymous, 2009).

Ada beberapa solusi yang kami tawarkan untuk melestarikan jamur. Pertama, memanfaatkan jamur untuk dapat dikonsumsi. Kedua, melakukan penyiraman dengan intensitas lebih sering (4 – 5 kali sehari), untuk mengkondisikan kumbung pada jamur menjadi lebih lembab.

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan ini adalah memberikan solusi dari penanaman jamur yang ada selama ini, yaitu dengan cara melestarikan dan melindungi jamur dari kepunahan. Selain itu, kita ingin memberikan masukan jamur ini dijadikan keripik untuk menambah peminat para pengkonsumsi jamur. Jamur merupakan tumbuhan yang banyak mengadung mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.
Jamur juga memmiliki keistimewan, di dalam jamur terdapat zat yang bernama falid acid yang cukup tinggi dimana zat ini dapat menyembuhkan penyakit anemia. Maka dapat dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. (Siswono, 2002).

TELAAH PUSTAKA

Pengertian Jamur

Jamur dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yang agak berkaitan:

1.) Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak (“batang”) dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis).

Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.

Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dari ungkapan “Rotinya sudah berjamur” yang maksudnya adalah ‘rotinya telah ditumbuhi kapang’.

KALSIFIKASI JAMUR

Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada pula dengan cara generatif.

Jamur dibagi menjadi 6 divisi:

1.)    Myxomycoycotina (Jamur lendir)

  • Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana.
  • Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:

–        fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba, disebut plasmodium

–        fase tubuh buah

  • Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut    myxoflagelata.
    Contoh spesies : Physarum polycephalum

2.) Oomycotina

  • Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung   banyak inti.
  • Reproduksi:

–        Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di darat dengan sporangium dan konidia

–        Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk
oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.

Contoh spesies:

  1. Saprolegnia sp : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga
    darat maupun serangga air.
  2. Phytophora infestans : penyebab penyakit busuk pada kentang.

3.) Zygomycotina

  • Tubuh multiseluler
  • Habitat umumnya di darat sebagai saprofit
  • Hifa tidak bersekat
  • Reproduksi:

–        Vegetatif: dengan spora

–        Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru.

Contoh spesies:
a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.
b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe.

4.) Ascomytina

  • Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi seluler.
  • Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak
  • Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis
    dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).
  • Reproduksi:

–        Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas,
pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.

–        Generatif
-: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.

Contoh spesies:
a.) Sacharomyces cerevisae:
sehari-hari dikenal sebagai ragi.
– berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.
– mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan
proses fermentasi.
b.) Neurospora sitophila:
jamur oncom.
c.) Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum
penghasil antibiotika penisilin.

d.) Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti
berguna untuk mengharumkan keju.

5.) Aspergillus Oryzae
untuk membuat sake dan kecap.

6.) Aspergillus Wentii
untuk membuat kecap

7.) Aspergillus Flavus
menghasilkan racun aflatoksin  hidup pada biji-bijian.flatoksin salah satu penyebab kanker hati.

8. Claviceps purpurea
hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.

Cirri – cirri jamur secara umum

Jamur merupakan kelompok organisme eukareotik, jamur pada umumnya multi seluler ( bersel banyak ). Cirri – cirri jamur berbeda dengan organisme lainya dalm hal csra makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reroduksinya. Sebagai mahluk heteretroup jamur dapat bersipat parasit hobliga, parasit fsakultatif, tau safrofit.

  1. parasit hobligat merupakan sifat jamur yang hany dapat hidup pad inagnya, sedangkan diluar inagnaya tidak dapat hidup.
  2. Farasit fakultatif adalah jamur yang bersifat farasit jika mendapatkan inang yang sesuai, tetafi bersifat safrofit jika tidak mendapatkan inang yang cocok.
  3. Safrofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati.

Jenis – jenis jamur  yang tidak berbahaya dan cocok dijadikan kripik jamur

  1. Suung bulan, Supa barat jamur bulan (Gymnopus sp) Merupakan jamur yang belum dibudidayakan, hidup pada musim penghujan terutama angin berhembus dari barat terutama hidup pada tegalan, kebun atau di pinggir rumah.
  1. Supa kelapa, jamur bulat (Calvatia) belum dibudidayakan, banyak ditemukan di lapangan terutama di bawah pohon kelapa.
  2. Jamur karang (Clavaria) Belum dibudidayakan, banyak tumbuh di tanah yang berhumus, pada batang kayu yang sudah lapuk.
  1. Klitos (Clitocybe) Merupakan jenis jamur liar yang banyak menempel pada batang kayu yang telah lapuk atau mati.
  1. Hidnum (Hydnum) Merupakan jenis jamur liar yang tumbuh pada tegalan atau tanah yang berhumus dan biasanya ditemukan menempel pada ranting kayu yang sudah lapuk.
  2. Higroporus (Hygrophorus) Merupakan jenis jamur liar yang mempunyai bentuk dan sifat tumbuh yang sama seperti hidnum.
  3. Marasmius Merupakan jenis jamur liar mempunyai bentuk dan sifat seperti jamur payung lainnya. (Christmas Deals, 2009 ) )

ANALISIS DAN SINTESIS

Analisis

Berdasarkan pustaka yang telah dikumpulkan didapatkan data bahwa pemanpaatan jamur sebagi kripik sangatlah baik untuk dikonsumsi sehingga timbul Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan.

Dengan demikian perlu tetap dilakukan pemeliharaan dan pelestarian terhadap jamur supaya jamur tetap bisa dijadikan bahan untuk pembuatan kripik.(Siswono, 2002).

Sintesis

Pemanfaatan Jamur Untuk Dijadikan Kripik

Kripik yang paling efektif adalah tetap melakukan pemeliharaan terhadap jamur. Jika selama ini masyarakat hanya tahu kripik itu dibuat dari ubi jalang, sekaranglah saatnya untuk mengetahui jamur juga bisa dijadikan kripik. Dalam rangka konservasi jamur harus memperhatikan pula peranan satwa-satwa pelestarian.

Observasi Terhadap Jamur

Jamur sangat mempunyai peran penting dalam pembuatan kripik ini karena jamur memiliki ciri-ciri, sifat-sifat, dan bentuk-bentuk yang sesuai dengan karekter pembuatan kripik. Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas.

Reprensi :

( http://gumuxranger.web.id )

  • Siswono,2002, ( hal-hal yang terkandung dalam jamur).
  • Anonymous, 2009(jamur dijadikan obat)
         

Did you like this? Share it:

Tags: Uncategorized

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment


UMM